Rabu, 15 Mei 2013

Analisis Perdagangan Perekonomian Indonesia

Analisis perdagangan bebas = Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana Pemerintah Daerah dan masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara Pemerintah Daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam wilayah tersebut. Pada dasarnya pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam arti yang seluas-luasnya. Akan tetapi untuk mewujudkan tujuan dari pembangunan nasional tersebut akan menghadapi banyak tantangan dan hambatan baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Tantangan dan hambatan tersebut semakin dirasa setelah berlakunya liberalisasi perdagangan di Indonesia. Liberalisasi perdagangan ini berawal dari kesepakatan tanggal 8 oktober 2003 dimana Indonesia, Brunei Darusalam, Malaysia, Philipina Singapura dan Thailand sepakat mencapai target bea masuk dengan tariff 0% minimal 60%. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1997-1998 telah membuka kesadaran akan pentingnya makna ketergantungan antara suatu Negara terhadap Negara lain yang membentuk suatu liberalisasi perdagangan (Mardiasmo, 2000). Hal ini, liberalisasi perdagangan mempunyai pengaruh langsung terhadap kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Indonesia. Liberalisasi perdagangan bertujuan meningkatkan perdagangan antar Negara anggota ASEAN (intra-ASEAN trade), dan menarik lebih banyak penanaman modal asing (PMA).

Analisis Perdagangan Dunia = Hingga sepuluh tahun mendatang, globalisasi akan terus berjalan, sehingga aktivitas perekonomian antar negara semakin meningkat. Nilai perdagangan dunia akan semakin meningkat seiring spesialisasi peran yang terjadi, dengan negara-negara seperti China dan India akan berperan sebagai pusat pabrikasi produk-produk yang dikonsumsi negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Peranan Amerika Serikat sebagai motor perdagangan dunia diperkirakan masih terus mendominasi. Perdagangan dunia akan semakin bebas, hambatan akan semakin berkurang dan biaya transportasi akan semakin murah. Ditambah dengan proses produksi yang akan banyak direlokasi ke tempat-tempat berbiaya murah di negara berkembang. Semua trend ini akan memacu pertumbuhan arus pergerakan barang dunia. Ekspansi kegiatan ekonomi dunia ke depan akan terpusat di Asia (khususnya China). Hal ini akan membuat perubahan mendasar pergerakan produksi dan perdagangan dunia.

Analisis spesialisasi produk = Globalisasi dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat menuntut setiap orang untuk terus berkembang. Dengan kata lain, barang siapa yang dapat berkembang, dia yang dapat peluang, demikian juga sebaliknya, yang tertinggal dan tidak dapat mengikuti laju perkembangan jaman akan terlindas dengan sendirinya. Kondisi seperti ini terdapat kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya bagi orang yang bisa survive dalam mengembangkan diri dengan potensi yang ada akan terus dapat berkembang, tapi nasib naas akan segera datang kepada mereka yang tidak cepat belajar dan menyadari akan perubahan jaman yang demikian. Spesialisasi Produk berarti menciptakan atau menjual suatu produk yang mempunyai nilai kekhususan tersendiri. Ini tergantung dari daya imajinasi serta kreatifitas penjual maupun produsen. Spesialisasi juga mengandung arti bahwa nilai kekhususan itu berbeda dengan yang dimiliki orang lain. Berawal dari kesadaran bahwa manusia diciptakan berbeda-beda dan memiliki karakteristik tersendiri, demikin pula suatu produk harus mempunyai ciri khas lain, aneh, kreatif, serta mempunyai nilai jual yang tinggi. Spesialisasi produk sendiri juga mengandung nilai efektivitas. Hal ini dapat dilihat dengan pembandingan jika kita menjual suatu produk dengan banyak jenis, tentu kita membutuhkan permodalan yang lebih baik marketable maupun tidak. Jadi, dana yang mengalir untuk memasok barang dagangan tidaklah efektif oleh karena sebagian PASTI akan mengendap pada produk yang kurang laku keras. Dari segi usaha produksipun akan membebani biaya yang sangat besar pula, entah biaya bahan baku serta biaya-biaya lain yang menyertai dalam proses. Bandingkan sekarang dengan teori "spesialisasi produk" yang efektivitas permodalan dapat dikatakan sangat tinggi. Kita hanya menjual produk tertentu yang diprediksikan laku keras di pasaran. Jelas, tidak banyak jenis produk yang dijual, arus perputarakan kas akan sangat cepat. Dari segi produksipun tidak memerlukan biaya banyak selain bahan baku yang difokuskan pada jenis produk yang dispesialisaskan. Tambahan biaya lain-lain untuk melengkapi proses produksipun akan minim, oleh karena produk yang sama. Kesimpulannya, selain kemudahan dalam produksi barang dan penjualan, kita akan lebih fokus dan mengenali produk dangangan kita, sehingga memudahkan otak kita untuk bekerja lebih maksimal, mencari peluang pemasaran yang lebih, serta mendongkrak daya kreativitas untuk menjual suatu produk yang bernilai jual, unik, serta memberikan ciri khas yang tidak mudah ditiru oleh para pelaku usaha sejenis.

Analisis penghalangan hambatan = Pada umunya negara sedang berkembang merupakan negara yang kaya akan sumberdaya alam. Namun, kekayaan ini belum sepenuhnya diusahakan atau dikembangkan, karena berbagai kendala, seperti kekurangan modal, kekurangan tenaga-tenaga ahli, tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah, dam terbatasnya mobilitas dari sumber-sumber daya. Karena kekayaan alam yang dimiliki belum sepenuhnya dikembangkan, mengakibatkan tingkat pembangunan di negara sedang berkembang terhambat. Oleh karena itu masyarakat di negara sedang berkembang harus berusaha lebih keras untuk mengatasi hambatan tersebut. Salah satu cara untuk mengatasi hambatan tersebut adalah meningkatkan kemampuannya untuk mempertinggi tingkat pengetahuan dan keahlian penduduknya. Faktor luar negeri juga dapat menyebabkan hambatan dalam proses pembangunan di negara sedang berkembang. Faktor luar negeri merupakan hubungan dengan dunia internasional. Hubungan ini dapat berupa hubungan politik maupun ekonomi.

Analisis peningkatan supply chain = sebagai perantara produk perusahaan sampai ke tangan konsumen akhir. Intensitas saluran distribusi yang ideal bagi suatu perusahaan  adalah bagaimana menyajikan jenis produk secara luas dalam pemuasan kebutuhan konsumen  Satu kunci yang penting dalam mengelola saluran distribusi adalah menentukan berapa banyak saluran distribusi yang dikembangkan serta membentuk suatu pola kemitraan yang menunjang pemasaran suatu produk dalam area pemasaran tertentu. Just In Time (JIT), prinsip ini menekankan pada kemitraan yang erat antara perusahaan dengan pemasoknya, dan pemasok akan memiliki wakil di perusahaan yang disuplainya. Wakil tersebut berfungsi menggantikan peran bagian pembelian di perusahaan pembeli. Atas nama perusahaan pembeli, wakil tersebut akan membuat order pembelian ke perusahaannya berdasarkan rencana produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan pembeli. Praktek ini memungkinkan kedua belah pihak untuk merundingkan rencana-rencana produksi maupun pembelian sehingga menguntungkan kedua belah pihak. Perusahaan pembeli akan lebih mudah menegosiasikan jadwal pengiriman karena wakil tadi sewaktu-waktu bisa ditemui di perusahaannya. Demikian pula wakil tadi akan lebih banyak memberikan masukan tentang kemampuan perusahaannya untuk memasok kebutuhan material atau bahan baku yang dibutuhkan perusahaan pembeli.

Analisis peningkatan penyediaan barang dan jasa = Keterbatasan kemampuan keuangan pemerintah dan tingginya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas kinerja pemerintah mengharuskan pemerintah melaksanakan pengadaan barang/jasa secara efisien dan efektif. Melalui proses pengadaan barang/jasa pemerintah dituntut untuk menghindari pemborosan sekaligus mampu memelihara dan meningkatkan kondisi perekonomian nasional. Proses pengadaan barang/jasa di lingkungan instansi pemerintah bukan hanya merupakan kegiatan rutin dalam memenuhi kebutuhan instansi, tetapi merupakan suatu kegiatan strategis dalam upaya memberi pelayanan kepada masyarakan dan melindungi pengusaha nasional serta peningkatan penggunaan produksi dalam negeri.

Menurut saya pembelajaran mata kuliah semester kemarin yang paling berguna adalah Perilaku konsumen. Karena Perusahaan harus berfokus pada konsumen, konsumen adalah bagian terpenting dari perusahaan. Konsumen lebih penting dari pada kekasih (istri atau pacar), orang bisa hidup tanpa kekasih tetapi perusahaan tidak bisa hidup tanpa konsumen. Oleh karena itu perusahaan perlu mengerti bagaimana konsumenya berperilaku. Memahami konsumen dan proeses konsumsinya memberikan berbagai keuntungan antara lain: membantu manager dalam membuat keputusan, memberikan dasar teoritis bagi peneliti dalam menganalisa konsumen, membantu legislatif dan pemerintah dalam menyusun undang-undang dan membuat keputusan, dan membantu konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik. Lebih dari itu studi tentang konsumen dapat membantu kita untuk lebih memahami tentang faktor-faktor psikologi, sosiologi, dan ekonomi yang mempengaruhi perilaku manusia.

Saya Mario Aditya. K menyatakan bahwa saya adalah orang yang profesional, karena jika saya lulus saya akan berkontribudi di perusahaan di bagian pemasaran.
Di suatu hari saya mendatangi sebuah perusahaan yang cukup terkenal yang menjual makanan dan minuman, sebelumnya saya memang tidak pernah mengunjungi tempat tersebut, jadi agak bingung harus beli apa dan uang di dompet saya memang sedang sekarat atau tipis waktu itu. Lalu saya bertanya kepada salah seorang penjual, “mbak, disini makanan yang satu paket dan harganya dibawah sepuluh ribu ada ndak ya?” betapa terkejutnya saya ketika orang itu menjawab dengan ekspresi acuh tak acuh, “ya nggak tau!”. Dengan demikian dengan terpaksa saya memilih satu dari sekian banyak gambar makanan disitu yang tidak tertulis harganya. Kelihatannya murah ya sudah saya pilih saja,soal duit kurang itu urusan belakang.
            Saya merasa prihatin dengan perusahaan penjual makanan dan minuman tersebut, karena jika semua pelanggan yang senasib dengan saya diperlakukan demikian. Maka akan dapat mempengaruhi penjualan dan minat orang – orang yang ingin membeli makanan ditempat tersebut akan berkurang. Walaupun perusahaan tersebut sudah terkenal tapi jika tidak ada peminatnya maka tidak ada yang terjual, pemasukan juga pastinya akan terhambat.walaupun kelihatannya sepele, tapi Hal ini dapat menjadi kerugian besar bagi suatu perusahaan. Masalah diatas adalah satu dari sekian jenis kerugian yang dialami perusahaan.menurut saya Solusi untuk perusahaan bermasalah adalah :
Kenali permasalahannya secara umum.
Tentukan fakta-fakta penting yang berkaitan dengannya.
Identifikasikan problem-problem utama.
Identifikasikan problem-problem lain yang terkait.
Cari sebab-sebab problem itu.
Pertimbangkan pelbagai kemungkinan jalan keluar dari problem itu.
Pilih jalan keluar yang paling dapat dilaksanakan segera.
Laksanakan cara penyelesaiannya.
Periksalah apakah cara penyelesaian itu tepat.

Surabaya, 5 Februari 2013




Mario Aditya. K       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar